Pagi-Pagi sekali aku bangun. Ya tepatnya jam 12 pagi. Lha kok jam 12 pagi, eh ternyata jamku rusak. Aku pun langsung pergi ke kamar mandi, dan memanggil tukang ojek. Iya..karena jarak kamar mandi dengan kamarku lumayan jauh, maklumlah rumah aku tuh luas banget. Cara ngitung luas rumahku aja harus pake rumus kalkulus fisika dasar. Makanya aku males ngitungnya.
Setelah selesai mandi, aku siap-siap berangkat sekolah. Seperti menyiapkan buku, pulpen, pacul, stik drum, benang gelasan, pompa ban, blueband dan lain-lain. Setelah semuanya siap, aku siap, naruto siap, goku siap, jkt48 pun juga siap, kamipun segera menyerbu benteng takeshi. Eh maksudku berangkat sekolah.
"mah aku berangkat dulu ya mah" pamitku pama mama yang sedang mecah-mecahin meteor.
"iya..hati-hati ya.. jangan lupa nanti pesawat jetnya dikunci stang" katanya.
"aku pergi ya ma, jaga ayah,adek, juga rumah ini. pokoknya jangan khawatirin aku ma" kataku sambil mencium tangannya.
akupun berangkat, melangkah dengan iringan lagu perpisahan yang cukup sedih, seperti di sinetron. Di perjalanan aku ketemu anoa, ah ternyata dia temanku si joni dia memang mirip anoa, bahkan anoa aslinya kalah mirip sama dia. Akhirnya kami berangkat bersama, setelah sempat diiring warga kampung, seperti orang yang hendak berangkat haji. Kami telah sampai di sekolah. kami masuk dengan cara meledakkan pintu gerbang. Biar keliatan keren, dengan keluar dari tengah-tengah kepulan asap. seperti bima satria garuda yang habis ngalahin siluman semut rang-rang.
Semua mata menatap kami. Ekspresi mereka beda-beda. Ada yang bengong sambil ngelamun, ada yang ngeliatin sambil merem, bahkan ada yang ngeliatin sambil muntah-muntah, mungkin karena melihat wajah si joni.
Bel masuk sudah berbunyi. Guru sejarahpun masuk. Tapi si joni, dia masih bengong ngeliatin logo osis punya si budi. entah maksudnya apa. Guru sejarah memperintahkan untuk membaca, tentang Orde Baru. Aku membolak-balik bukuku, namun tidak menemukan materi tentang orde baru. Yang kutemukan justru surat yunus ayat 40-41. Ah..ternyata ini buku PAI bukan buku sejarah.
Saat pelajaran tengah berlangsung, eh jangan tengah deh udah biasa, saat pelajaran pinggir berlangsung tiba-tiba datang....
*bersambung*
kira-kira apa atau siapa yang datang, nantikan kelanjutannya.
