Selasa, 04 Februari 2014

Untukmu NA

Selamat sore..NA

Sore ini kutinggalkan sepucuk surat di jendela kamarmu. Mungkin kau heran dengan apa yang sedang kau baca. Karena tak biasanya aku menulis sebuah surat untukmu.
Aku harap bibir manismu tersenyum saat kau baca aksara yang kurajutkan untukmu di surat ini. Aku hanya ingin memerahkan pipimu dengan pasukan kata-kataku.
NA, masihkah kau ingat desir ombak itu ?. Tempat dimana kau dan aku mengukur dalamnya laut dengan peluk kita. Bersama nyiur daun kelapa yang seolah tak ingin di abaikan. Na, aku tak akan lupa itu, bibir merah yang memaksaku melupakan akan adanya gravitasi. Melayang aku dibuatnya. Indah tubuhmu membuat ludahku terasa manis sehingga aku tak berhenti menelannya saat kubayangkan itu. NA, mungkin terkadang kau menyebutku seorang yang tak peduli, seorang yang sangat acuh. Percayalah NA kau tak sedetikpun hilang dalam pikiranku. NA, maafkan aku jikalau aku membuat mendung dimatamu. Aku mencintaimu NA.

Aku akan mencintaimu lebih banyak dari hujan yang diteteskan langit pada bumi, lebih sejuk dari embun yang dicumbui pagi, lebih hangat dari secangkir kopi. Dan lebih lama dari selamanya.

I LOVE YOU...NA
dari aku, kekasih yang teracuni rindu.

3 komentar: