Senin, 25 November 2013

VENALOVA [part 2]

Berjalan pelan ku menuju parkiran, sambil menggendong tas gendut ini, ya..gendut karena banyak banget isi nya. Dengan susah payah ku berjalan ke parkiran *dramatis nih* seakan-akan ada suara-suara yang menyemangatiku. "Ayo-ayo semangat wahyu..."
Aku berjalan agak cepat "ayo-ayo beberapa meter lagi" aku berjalan lebih cepat, lalu jatuh, terus melata. "ayo-ayoo terus-terus" aku mulai merayap.. *woi, ini apa apaan* *maaf ini ngetiknya nggak sengaja* *banting keyboard* *ambil lagi*

Oke, kembali ke cerita.

*plaak* "hoi..koq lemes banget ? Kaya orang kurang darah? " seseorang menepukku dari belakang.

Aku berbalik dan ternyata itu Vena, padahal tadi kalo seaandainya itu orang negara api, udah gue terbangin pake pengendalian udara gue *secara gue kan avatar* *oke,ini gue mulai gila*

"eh, kamu yang...iya nih lemes nih, gendong dong..* balasku

*plaak* gue di tabok lagi

"ah kamu ada-ada aja, masa minta gendong,"

"haha, becanda doang koq, abisnya jamu aja ada yg gendong, masa aku nggak"

"hehehe, eh lha kamu mau pulang nuntun motor itu lagi? "

"hmm..nggak juga sih, rencananya aku mau beli bensin di warung ujung perempatan sana"

"owh iya, ini kunci motorku, ayo aku anter beli bensin dulu, kasian kan kalo jalan kaki"

"hehe, iya, oke ibu negara..ih pengertian banget deh" pujiku sambil agak mencubit pipinya,

Memang benar, cinta memberi tanpa diminta.

*padahal gue mbayanginnya kecup keningnya gitu, kaya di film mohabbatien , tapi ini sekolahan bro..* *maaf tulisan tadi gue gak sadar ngetiknya*

Dan akhirnya gue beli itu bensin, tapi gue pinjem bentar itu dirigennya, karena motor gue di sekolahan. Dan akhirnya motor gue jalan lagi. Yeeaah..*tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan meriah* *disisipi suara dora sama butt. Berhasil-berhasil-berhasil* *apa apaan ini*

Dan kami pulang bersama tetapi setelah melewati persimpangan jalan, kami pisah arah, karena rumah kami beda arah.

***

Sore ini gue mau jalan sama Vena. Kita mau ke Alun-Alun kota. Katanya dia pengen ngeliat menara mesjid yang ada di alun-alun kota itu *tunggu ini terdengar aneh* ah abaikan yang penting kita jalan bareng. Pukul 16:15 WIB aku sampai dirumahnya. Baru saja aku standarkan motorku, keluarlah seorang gadis cantik dari dalam rumah. Senyumnya terlukis jelas di wajahnya, rambutnya terurai panjang, kuamati dia dari ujung kaki hingga ujung kepala. Subhanallah..subhanallah...subhanallah.. Gue sempet beberapa kali ngucap begitu..sampai-sampai ucapanya menyadarkanku dari lamunanku.

"yang...sayang...koq diem gitu. Yang...kedip yang..."

"eh..iy..iya  yang..udah siap yang ? " jawabku spontan

"oteh..udah dong, cantik kan..?"

"beeh...cantik banget.."

"hehehe..udah yuk berangkat. Eh tapi ini udah nggak mogok kan. Ntar di jalan mogok lagi.."

"hehe..udah nggaklah tadi siang kan cuma kehabisan bensin"

Ku pacu motorku dengan pelan, sambil menikmati suasana, karena sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan persawahan yang indah. Sampai tak terasa telah sampai di alun-alun kota. Yeeah.,padahal si tempatnya begini doang..tapi koq rame ya..apa jangan-jangan pada pengen liat itu menara masjid kali ya..*ini agak gila*

"yang..kita kemana dulu nih yang? "

"terserah kamu yang, kemana aja kamu bawa aku ngikut deh"

"hahaha...kita ke kantor bupati yuk yang..aku mau nagih utang sama dia"

"loh..emang bupatinya pernah ngutang gitu sama sayang"

"hahaha..ya nggak,"

"yee..dasaar" sambil mencubit lirih perutku.

Kami pun duduk di sebuah bangku taman, ya lumayan lah tempatnya sejuk, karena di lindungi pohon-pohon yang asri. Lama kami duduk disini, ya tau sendiri lah ngapain...hahaha
Saat aku melihat jam, jam sudah menunjukkan pukul 18.00. Mungkin kami akan sholat magribh dulu di masjid, di alun-alun kota ini.
Sampainya dimasjid, ternyata kami ketinggalan. Sholat berjama'ah sudah usai. Kami pun memutuskan sholat berdua, aku jadi imamnya, dia jadi makmummya, setelah sholat dia juga mengaaminni do'a-do'a ku.
Sinar di wajahnya terpancar jelas, sungguh manis saat kulihat ia memakai mukena. Beeh... jadi pengen pake mukena nih *laah ini apa-apaan* *maaf pemirsah*
Jadi pengen memandangnya terus.

*kemudian bersambung*

Kaliwadas, 2013

0 komentar:

Posting Komentar